Senin, 11 September 2017

LANJUTAN PRAKIRAAN UTS GANJIL 2017-2018



KERJAKAN
PRAKIRAAN SOAL ULANGAN  TENGAH  SEMESTER  GANJIL
TAHUN PELAJARAN 2017-2018

Mata Pelajaran                        :  Bahasa  Indonesia
Satuan Pendidikan                  :  SMA Negeri 57 Jakarta
Kelas/Program                         :  X MIA dan IPS
Hari/Tanggal                           :  Selasa, 12 September  2017
Waktu                                     :  2 X 45 menit

Perhatikan Kerja Individu :
Kelopok          : 1    Mengerjakan 20 soal       no   01 s.d. 20
Kelopok          : 2    Mengerjakan 20 soal       no   21 s.d. 40
Kelopok          : 3    Mengerjakan 20 soal       no   41 s.d. 60
Kelopok          : 4    Mengerjakan 20 soal       no   61 s.d. 80
Kelopok          : 5    Mengerjakan 20 soal       no   81 s.d. 100
Kelopok          : 6    Mengerjakan 20 soal       no 101 s.d. 120
Kelopok          : 7    Mengerjakan 20 soal       no 121 s.d. 140
Kelopok          : 8    Mengerjakan 20 soal       no 141 s.d. 160
Kelopok          : 9    Mengerjakan 20 soal       no 161 s.d. 180
Kelopok          : 10  Mengerjakan 20 soal       no 181 s.d. 200
Kelopok          : 11  Mengerjakan 20 soal       no 201 s.d. 220
Kelopok          : 12  Mengerjakan 20 soal       no 221 s.d. 240

A.     Mengembangkan Hikayat ke dalam Bentuk Cerpen
201.       Perhatikan penggalan cerpen berikut ini!
Para tamu sudah mulai memenuhi ruangan. Sementara Pak Antoni terus melirik jam di tangannya. Wajahnya tampak gelisah. Sesekali matanya menyapu ke seluruh penjuru ruangan. Beberapa kali dia mengecek handphone-nya. Berharap di layar ada pesan balasan. Namun, yang ditunggunya tak kunjung datang. Robi, anak semata wayangnya, ternyata benar-benar tidak datang seperti yang telah diduganya.
“Pah, semuanya sudah hadir, kenapa tidak dimulai sekarang saja?” bisik Bu Miranda, istri baru Pak Antoni yang baru dinikahi satu bulan lalu.
(“Menunggu”, oleh Elfarizi)

Konflik dalam cerpen tersebut adalah ….
A.    Pak Antoni menikahi istri baru.
B.     Acara tidak dimulai dalam waktu yang lama.
C.     Pak Antoni gelisah karena anaknya tak kunjung datang.
D.    Bu Miranda meminta acara segera dimulai.
E.     Tidak ada pesan masuk di handphone Pak Antoni.

202.       Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Badrudin diam memaku di sudut jalan. Dipegangnya amplop di tangannya dengan erat. Dia terus memandangi amplop dengan wajah penuh kebingungan. Terbayang-bayang dalam benaknya, Sutinah menunggu di ujung pintu dengan tatapan tajam. Istrinya yang telah dinikahi dua puluh tahun lalu itu pasti berharap Badrudin dengan amplop yang berisi tebal. Padahal, amplop yang berisi upah pemberian Haji Diman itu sangat jauh panggang dari api. Semua akibat bulan lalu, Badrudin berutang taruhan judi pada Samin.
(“Amplop”, Elfarizi)
Dalam kutipan tersebut, konflik terjadi antara ….
A.    Badrudin dengan dirinya sendiri
B.     Badrudin dengan Sutinah
C.     Badrudin dengan Haji Diman
D.    Badrudin dengan Samin
E.     Sutinah dengan Haji Diman

203.       Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Aya diam tak bergeming. Ia duduk mematung di sudut. Ibu perlahan mendekati.
“Ada apa, Nak? Bertengkar dengan Masmu?” tanya ibu lembut. Aya tak menjawab. Seketika matanya sembap dan memerah. Ibu lalu memelukanya lembut.
“Mas Pram, Bu. Mas Pram marah-marah terus,” ujar Aya dengan terisak tiba-tiba. Tidak berapa lama, Mas Pram datang mendekat. Lalu, ia mengulurkan tangannya ke hadapan Aya.
“Ayo, Bun. Jangan menangis depan Ibu,” katanya datar.
“Biar. Kamu jahat, Mas! Sekarang sedikit-sedikit marah!” ujar Aya dengan nada meninggi.
“Sudah sudah. Kalian sudah dewasa. Ayo selesaikan masalah kalian dengan bijak,” tegur ibu kemudian.
(“Konflik”, Elfarizi)

Pemicu konflik pada kutipan cerpen di atas adalah ….
A.    Aya mengadu pada Ibu
B.     Mas Pram marah-marah pada Aya
C.     Aya menangis pada Ibu
D.    Ibu menasihati Aya dan Mas Pram
E.     Mas Pram meminta Aya jangan menangis

204.       Perhatikan kutipan cerpen berikut!
 “Hei,” sambar Evi tiba-tiba.
Dianita terkejut dengan wajah tampak sebal.
“Ke mana aja, sih, aku cari baru ketemu?” tanya Evi.
Dianita tetap mematung dengan muka ditekuk.
“Dih, manyun aja. Ada apa, Di?” tanya Evi.
“Tau, ah. Semua orang udah gak peduli lagi sekarang,” kata Dianita ketus.
“Loh, maksudnya?” tanya Evi.
“Semua orang kini mentingin diri sendiri,” kata Dianita melanjutkan.
“Maksudnya apa, sih, Di? Aku datang ke sini nyari kamu terus kamu bilang gak mentingin kamu?” tanya Evi dengan wajah berubah ketus.
“Kamu lupa, kan, ini tanggal berapa, sekarang hari apa? Katanya teman, tapi semua gak ada satu pun yang ingat ulang tahunku!” kata Dianita.
(“Ulang Tahun”, Elfarizi)

Konflik pada kutipan cerpen di atas adalah …..
A.    Dianita menuduh semua teman tidak peduli.
B.     Evi lupa dengan hari ulang tahun Dianita.
C.     Dianita bersembunyi dari teman-temannya.
D.    Evi mengejutkan Dianita.
E.     Dianita mengingatkan Evi akan hari ulang tahunnya.

205.       Perhatikan kutipan cerpen berikut ini!
Sudah beberapa hari, Mak tidak mau makan. Badannya semakin kering. Bahkan untuk duduk saja, tubuhnya mulai rapuh tak bertenaga. Perlahan, aku bujuk Mak untuk mau barang sesuap mengunyah bubur yang kusiapkan. Tapi, Mak hanya memalingkan muka. Dari sorot matanya ada kerinduan yang dalam pada Ning. Mungkin, dalam hatinya, Mak sangat ingin marah padaku yang tidak bisa menjaga Ning.
(“Ningku”, Elfarizi)
Konflik pada kutipan cerpen di atas adalah ….
A.    Mak tidak mau makan sama sekali
B.     Mak sangat rindu pada Ning
C.     “Aku” menduga Mak sangat marah
D.    “Aku” tidak bisa menjaga Ning
E.     “Aku” membujuk Mak untuk makan

206.       Perhatikan kutipan cerpen di bawah ini!
Dianita tetap mematung dengan muka ditekuk.
“Dih, manyun aja. Ada apa, Di?” tanya Evi.
“Tau ah. Semua orang udah gak peduli lagi sekarang,” kata Dianita ketus.
“Loh, maksudnya?” tanya Evi.
“Semua orang kini mentingin diri sendiri,” kata Dianita melanjutkan.
“Maksudnya apa sih, Di? Aku datang ke sini nyari kamu terus kamu bilang gak mentingin kamu?” tanya Evi dengan wajah berubah ketus.
“Kamu lupa kan, ini tanggal berapa, sekarang hari apa? Katanya teman, tapi semua gak ada satu pun yang ingat ulang tahunku!” kata Dianita.
“Oh, kamu mau aku ngucapin ulang tahun? Oke, gak begitu juga caranya. Kayak anak kecil,” ketus Evi tambah marah.
Kemudian Evi pun pergi meninggalkan Dianita. Sedangkan Dianita tampak semakin kesal dan hampir menitikan air mata.
“Selamat ulang tahun!!!” seru banyak suara di belakangnya.
Dianita membalikkan badan dan melihat banyak temannya sedang menghampiri dengan membawa balon dan kue ulang tahun lengkap dengan lilinnya. Evi tampak sumringah sembari menepuk-nepuk tangan. Air mata Dianita pun pecah tak tertahan.
(“Ulang Tahun”, Elfarizi)

Klimaks pada kutipan cerpen di atas adalah ….
A.    Evi meninggalkan Dianita sehingga Dianita semakin kesal.
B.     Evi marah karena menganggap Dianita seperti anak kecil.
C.     Evi tampak sumringah saat mengucapkan ulang tahun.
D.    Teman-teman Dianita membawa kejutan.
E.     Dianita kesal karena teman-temannya lupa ulang tahunnya.

207.       Perhatikan kutipan cerpen di bawah ini!
Dianita tetap mematung dengan muka ditekuk.
“Dih, manyun aja. Ada apa, Di?” tanya Evi.
“Tau ah. Semua orang udah gak peduli lagi sekarang,” kata Dianita ketus.
“Loh, maksudnya?” tanya Evi.
“Semua orang kini mentingin diri sendiri,” kata Dianita melanjutkan.
“Maksudnya apa sih, Di? Aku datang ke sini nyari kamu terus kamu bilang gak mentingin kamu?” tanya Evi dengan wajah berubah ketus.
“Kamu lupa kan, ini tanggal berapa, sekarang hari apa? Katanya teman, tapi semua gak ada satu pun yang ingat ulang tahunku!” kata Dianita
“Oh, kamu mau aku ngucapin ulang tahun? Oke, gak begitu juga caranya. Kayak anak kecil,” ketus Evi tambah marah.
Kemudian Evi pun pergi meninggalkan Dianita. Sedangkan Dianita tampak semakin kesal dan hampir menitikan air mata.
“Selamat ulang tahun!!!” seru banyak suara di belakangnya.
Dianita membalikkan badan dan melihat banyak temannya sedang menghampiri dengan membawa balon dan kue ulang tahun lengkap dengan lilinnya. Evi tampak sumringah sembari menepuk-nepuk tangan. Air mata Dianita pun pecah tak tertahan.
(“Ulang Tahun”, Elfarizi)

Resolusi pada kutipan cerpen di atas adalah ….
A.    Dianita marah karena semua temannya tidak peduli.
B.     Evi marah karena sikap Dianita seperti anak kecil.
C.     Evi meninggalkan Dianita karena dianggap tidak peduli.
D.    Teman-teman Dianita datang membawa kejutan.
E.     Evi tampak sumringah saat mengucapkan ulang tahun.

208.       Perhatikan kutipan cerpen berikut!
(1) Doni terus berusaha menelepon Agung. Tapi di seberang sana, Agung tak kunjung mengangkat teleponnya. Berkali-kali dicoba tetap sama. Pesan pun tak dibalas sama sekali. Doni menahan kesal sambil terus menguasai diri. Dia hanya berniat menyelesaikan masalah, tapi Agung tak juga menunjukkan itikad baik.
(2) Juni sudah berakhir. Tapi, harapan Linda belum juga terwujud. Dulu, bapak selalu bilang bahwa Juni adalah bulan yang indah untuk melihat Linda bergaun pengantin. Sayang, Bapak sudah tiada. Linda pun merasa tak ada lagi yang membuatnya mencintai Juni. Kini, hidup tetap berjalan seperti biasa. Pencarian pun bertahan sepanjang masa.
(3) Ayah menggedor-gedor pintu dengan keras.
      “Gista! Gista!” teriak ayah dari balik kamar.
       Gista tak menyahut sama sekali. Dia malah berusaha membuka teralis jendelanya. Sementara ayah terus menggedor disertai suara tangis ibu yang samar-samar.
(4) Sudah sekian malam, tidurku selalu gelisah. Sulit rasanya memejamkan mata walau barang sejenak. Pikiran selalu melayang-layang bak terbang di angkasa raya. Mencari tahu jawaban pasti. Menebak-nebak, akankah Hayati menerima pinanganku nanti?
(5) Kulemparkan fotonya jauh-jauh. Tak mau lagi aku melihatnya. Semua tentangnya aku singkirkan. Semua harus kukubur dalam-dalam. Benar kata pujangga, obat patah hati adalah hati yang baru. Maka, aku tak mau berlarut-larut dalam rasa harap yang tak berujung ini. Aku harus kuat menghadapi hari esok yang lebih baik.

Kutipan cerpen yang menunjukkan konflik fisik terdapat pada paragraf ….
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (5)

209.       Perhatikan kutipan cerpen berikut ini!
Tok tok tok. “Mbah!” seru Warjiman lantang. Bukannya tidak santun, tapi memanggil Mbah Tejo dan Mbah Marti memang harus dengan suara keras. Tapi tak ada juga yang menyahut.
Warjiman sedikit mendorong pintu kayu yang bawahnya sudah hampir habis digerogoti rayap. Kreeek. Terdengar suara pintu mulai terbuka. Kepalanya melongok bagian dalam gubug.
Astagfirullah!” Warjiman kaget. Ia mendapati Mbah Tejo bersila menghadap seseorang yang tertidur tertutup kain samping. Ia hanya melihat Mbah Tejo memunggunginya.
“Mbah ….,” lirih Warjiman. Tapi tak ada jawab.
Warjiman mencoba masuk dan mendekati. Hingga akhirnya ia mendapati seseorang dengan tubuh tertutupi kain samping telentang di hadapan Mbah Tejo yang duduk bersila tanpa gerak.
Innaalillaahi,” Warjiman tak bisa berkata-kata. Sambil berdiri dia hanya terkejut melihat Mbah Tejo yang menghadapi jenazah istrinya sendiri.
("Kubur", ElFarizi)

Pemicu konflik pada kutipan cerpen di atas adalah ….
A.    Mbah Tejo duduk tak bergerak di hadapan jenazah istrinya.
B.     Mbah Tejo dan Mbah Marti tidak menjawab sahutan Warjiman.
C.     Warjiman kaget saat melihat jenazah Mbah Marti.
D.    Warjiman memanggil Mbah Tejo dengan keras.
E.     Warjiman masuk ke rumah Mbah Tejo diam-diam.

210.       Perhatikan kutipan cerpen di bawah ini!
“Aku tidak tahu siapa yang harus disalahkan,” ujar Nanda.
“Sudahlah, aku tidak bermaksud mencari siapa yang perlu disalahkan,” sela Toni.
“Tapi, aku telah melakukan semua pekerjaan tersebut sesusi posisi aku sebagai penanggung jawab acara, di luar itu …,” bela Nanda terpotong.
“Baik, aku akui aku salah. Seharusnya sebagai penanggung jawab keamanan, aku yang harus bertanggung jawab. Tidak perlu menyalahkan Nanda,” tiba-tiba Agus bersuara.
“Sudah! Sekali lagi aku katakan, tidak ada yang perlu menyalahkan dan disalahkan. Kita semua akan bertanggung jawab atas insiden tadi. Jangan sampai kejadian itu terulang lagi. Memalukan dan mencoreng nama sekolah saja!” kata Toni dengan nada keras.

Resolusi pada kutipan cerpen di atas adalah ….
A.    Agus menyatakan dia yang harus bertanggung jawab.
B.     Nanda memastikan semua telah dilakukan sesuai posisinya.
C.     Nanda tidak mengetahui siapa yang harus disalahkan.
D.    Toni meminta semua pihak bertanggung jawab.
E.     Toni meminta Agus tidak menyalahkan diri sendiri.

211.       Bacalah penggalan cerita rakyat berikut!
Suatu hari, seorang pencari ikan menyelematkan seorang perempuan hamil yang hanyut di sungai. Ternyata, ia adalah istri kedua raja Kerajaan Tianglerarasen. Ia dibuang karena istri pertama dan anak-anak raja itu iri kepadanya. Namun, diberitakan bahwa permaisuri ini hanyut ke sungai dan tak ditemukan lagi.
(Sumber: 108 Cerita Rakyat Terbaik Asli Nusantara, 2010)

Latar tempat penggalan cerita tersebut adalah ….
A.       di rumah
B.        di sungai
C.        di laut
D.       di kerajaan
E.        di pasar

212.       Perhatikan penggalan cerita rakyat berikut !
Tiba-tiba, muncul seutas tali dari dalam suak. Ditariknya tali itu. Ia sangat terkejut ketika menyadari tali yang berkilau diterpa sinar matahari itu adalah rantai emas tiga keluk (lengkung). Dengan penuh semangat, ia menarik tali itu. Tiba-tiba, terdengar suara burung murai berkicau, “Cepat potong rantai itu. Bagianmu hanyalah tiga keluk itu!”
(Sumber: 108 Cerita Rakyat Terbaik Asli Nusantara, 2010)

Latar waktu dalam penggalan cerita tersebut adalah ….
A.       pagi hari
B.        siang hari
C.        sore hari
D.       malam hari
E.        tengah malam

213.       Perhatikan penggalan cerita berikut !
Dahulu kala, hiduplah seorang pemuda miskin bernama Domas. Suatu hari, ada orang yang tidak suka padanya dan membakar gubuknya. Namun, ia menerimanya dengan ikhlas. Suatu malam, ia bermimpi didatangi seorang Kakek tua berjanggut putih panjang. “Pergilah ke arah selatan. Kalau kau menemukan sebuah sungai besar yang dikelilingi banyak pohon besar, menetaplah di sana. Lalu, bukalah ladang dan ditanami dengan sayur-sayuran dan buah-buahan untuk bekal sehari-hari,” kara Kakek itu.
(Sumber: 108 Cerita Rakyat Terbaik Asli Nusantara, 2010)

Tokoh utama dalam penggalan cerita tersebut adalah ….
A.       Domas
B.        Kakek
C.        Ayah
D.       Pohon
E.        Sultan

214.       Dalam penokohan, watak atau karakter seorang tokoh dapat dilihat dari hal-hal berikut, kecuali ….
A.       dialog tokoh
B.        penjelasan tokoh
C.        gambaran tokoh
D.       gambaran fisik
E.        hasil karyanya

215.       Perhatikan kutipan cerita berikut !
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali berangkatlah Mbok Srini ke gunung itu. Sesampainya di sana, ia langsung menemui pertapa itu dan menyampaikan maksud kedatangannya, “Maaf, Tuan Pertapa, maksud kedatangan saya kemari ingin meminta bantuan kepada Tuan,” Kata Mbok Srini. “Apa yang bisa kubantu, Mbok Srini?” tanya pertapa itu.

Tokoh tambahan dalam cerita tersebut adalah ….
A.       Mbok Srini
B.        Pertapa
C.        Timun Mas
D.       Raksasa
E.        Putri Raja

216.       Perhatikan kutipan cerita berikut !
Si Pitung merupakan pahlawan yang gagah dan punya ilmu silat yang tinggi. Sejak kecil, ia belajar mengaji di kampung halamannya, Rawabelong, Jakarta Barat. Selain belajar agama, ia juga belajar ilmu bela diri kepada Haji Naipin.
(Sumber: 108 Cerita Rakyat Terbaik Asli Nusantara, 2010)

Hal yang menarik dari gambaran tokoh tersebut adalah ….
A.       Si Pitung berani melawan Belanda saat menjajah Indonesia.
B.        Si Pitung adalah anak kampung yang rajin membantu orang tuanya.
C.        Si Pitung preman kampung dari Rawabelong, Jakarta Barat.
D.       Si Pitung merupakan pahlawan yang ahli agama dan ahli bela diri.
E.        Si Pitung selalu membela rakyat kecil.

217.       Perhatikan kutipan cerita berikut !
Latar suasana/budaya dalam sebuah cerita menggambarkan ….
A.       suasana yang digambarkan dalam sebuah puisi
B.        suasana/budaya yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa
C.        suasana/budaya cerita pada masa lalu
D.       suasana/budaya yang tidak mendukung terjadinya peristiwa
E.        suasana/budaya yang ada dalam sebuah percakapan

218.       Perhatikan kutipan cerita berikut!
La Sirimbone adalah anak yang dibuang oleh orang tuanya di tengah hutan karena ayah tirinya tidak menyukainya. La Sirimbone ditemukan oleh seorang nenek raksasa yang berwajah menyeramkan, tetapi berhati baik. Ia merawat La Sirimbone seperti anaknya sendiri. Untuk melindungi La Sirimbone dari serangan raksasa, ia meletakkan anak itu di dalam sebuah kurungan.
(Sumber: 108 Cerita Rakyat Terbaik Asli Nusantara, 2010)

Watak tokoh nenek raksana adalah ....
A.       rendah hati
B.        sombong
C.        baik hati
D.       setia kawan
E.        jahat

219.       Perhatikan kutipan cerita berikut ini !
Alkisah pada zaman dahulu hiduplah seorang pemuda bernama Galoran. Ia termasuk orang yang disegani karena kekayaan dan pangkat orangtuanya. Namun Galoran sangatlah malas dan boros. Sehari-hari kerjanya hanya menghambur-hamburkan harta orangtuanya, bahkan pada waktu orang tuanya meninggal dunia ia semakin sering berfoya-foya. Karena itu lama kelamaan habislah harta orangtuanya. Walaupun demikian tidak membuat Galoran sadar juga, bahkan waktu dihabiskannya dengan hanya bermalas-malasan dan berjalan-jalan. Iba warga kampung melihatnya. Namun setiap kali ada yang menawarkan pekerjaan kepadanya, Galoran hanya makan dan tidur saja tanpa mau melakukan pekerjaan tersebut.

Berikut ini adalah beberapa watak Galoran yang digambarkan dalam penggalan cerita tersebut, kecuali ….
A.       malas
B.        boros
C.        senang berfoya-foya
D.       sombong
E.        suka tidur

220.       Penokohan secara tidak langsung dapat dilihat dari hal-hal berikut ini, kecuali ….
A.       melalui reaksi tokoh lain terhadap tokoh utama
B.        melalui gambaran lingkungan sekitar tokoh utama
C.        melalui pelukisan ciri-ciri fisik tokoh
D.       melalui aktivitas tokoh utama
E.        melalui jalan pikiran tokoh utama

221.       Perhatikan paragraf berikut !
Raksasa yang mengetahui bahwa Timun Mas sudah pergi dari rumahnya segera mengejar (1). Timun Mas pun berlari sekuat tenaga(2). Ketika tenaganya hampir habis, Timun Mas teringat pesan kedua orang tuanya untuk mengambil tiga benda dari kantong ajaib dan melemparkannya ke belakang(3). Dia mengambil segenggam garam dan dilemparkannya ke belakang(4). Seketika menjadi danau(5). Raksasa pun dengan susah payah berenang dan berhasil selamat(6). Timun Mas pun mengambil benda kedua, segenggam cabe dan dilemparkannya(7). Seketika tumbuh menjadi hutan belukar penuh ranting dan duri(8). Raksasa dengan susah payah keluar dan berteriak kesakitan, tetapi dia masih selamat(9). Terakhir dia melempar terasi, seketika itu berubah menjadi lautan lumpur dan raksasa pun tenggelam di dalamnya(10). Sejak saat itu Timun Mas hidup bahagia dengan kedua orang tuanya(11).

Di bawah ini adalah kalimat sinopsis yang tepat pada masing-masing kalimat, kecuali ....
A.       Timun Mas sangat kelelahan, dia teringat pesan orang tuanya untuk melemparkan tiga benda yang dibawanya(3).
B.        Dia mengambil garam dan dilemparkannya(4).
C.        Timun Mas pun mengambil benda kedua dan dilemparkannya(7).
D.       Terakhir dilemparkannya terasi, seketika menjadi lautan lumpur dan raksasa pun tenggelam(10).
E.        Mereka hidup bahagia selamanya(11).

222.       Perhatikan paragraf berikut !
Suatu hari berjalanlah Ibu dengan anak gadisnya. Tak seberapa jauh, seseorang bertanya kepada anak gadis itu. Apakah yang sedang berjalan di belakangnya itu ibunya. Lalu gadis itu menjawab “Dia adalah pembantuku”. Setiap bertemu dengan seseorang gadis itu akan menjawab, “dia adalah pembantuku”. Awalnya si ibu masih dapat menahan diri. Setelah berulang kali mendengar jawaban putrinya hatinya menjadi sakit. Lantas si ibu pun berdoa. “Ya, Tuhan hukumlah dia ! Hukumlah dia....". Perlahan-lahan tubuh gadis durhaka itu berubah menjadi batu. Mula-mula dari kaki. Lalu setengah badan dan gadis itu menangis memohon ampun. " Oh, Ibu..Ibu..ampunilah aku, ampunilah anakmu". Gadis itu terus meratap dan menangis memohon ampun kepada ibunya. Seluruh tubuhnya telah berubah menjadi batu dengan kedua mata masih menitikkan air mata, seperti sedang menangis.

Kalimat sinopsis pada kalimat terakhir yang tepat pada hikayat Batu Menangis ialah ....
A.       Tubuhnya telah berubah menjadi batu dengan kedua matanya menitikkan air mata.
B.        Seluruh tubuhnya menjadi batu dengan kedua mata masih menitikkan air mata.
C.        Tubuhnya menjadi batu dengan kedua mata masih menitikkan air mata, seperti sedang menangis.
D.       Tubuhnya berubah menjadi batu dengan kedua mata sedang menangis.
E.        Seluruh tubuhnya berubah menjadi batu dengan kedua mata sedang menangis.

223.       Perhatikan wacana berikut !
Tersebutlah seorang anak perempuan bernama Jambean. Dia rajin dan pandai menenun. Begitu bagus tenunannya sampai dikenal di penjuru dusun. Namun Galoran, ibu tirinya sangat membencinya karena seringkali dia ditegur Jambean ketika sedang bermalas-malasan.

Kutipan cerita rakyat Keong Mas di atas dapat dibuat sinopsis menjadi ....
A.       Seorang anak perempuan bernama Jambean. Dia rajin dan pandai menenun. Tenunannya sampai dikenal di penjuru dusun. Namun Galoran, ibu tirinya sangat membencinya karena seringkali dia ditegur Jambean ketika sedang bermalas-malasan.
B.        Jambean anak perempuan yang rajin dan pandai menenun. Tenunannya terkenal di penjuru dusun. Namun Galoran, ibu tirinya membencinya.
C.        Jambean anak yang rajin dan pandai menenun. Tenunannya sampai dikenal di penjuru dusun. Namun Galoran, ibu tirinya sangat membencinya.
D.       Jambean anak rajin dan pandai menenun. Tenunannya terkenal di penjuru dusun. Namun Galoran, ibu tirinya membencinya karena sering ditegurnya ketika sedang bermalas-malasan.
E.        Jambean anak perempuan yang rajin dan pandai menenun. Tenunannya terkenal di penjuru dusun. Namun Galoran, ibu tirinya membencinya karena sering ditegurnya ketika sedang bermalas-malasan.

224.       Perhatikan paragraf berikut !
Beberapa waktu lamanya dipandanginya ikan yang baru ditangkapnya. Betapa terkejutnya dia karena ikan tersebut dapat berbicara. “Tolong aku jangan dimakan Pak, biarkan aku hidup!” pinta ikan tersebut. Saking takutnya seketika itu juga ikan itu dikembalikan ke air. Tiba-tiba ikan tersebut berubah menjadi wanita yang sangat cantik.

Kutipan cerita rakyat Danau Toba dapat dijadikan sinopsis dengan cara ....
A.       menghilangkan kata beberapa waktu lamanya
B.        menghilangkan kata tersebut
C.        mengganti kata tiba-tiba dengan seketika
D.       menambahkan kata aku akan memberimu hadiah setelah kata biarkan aku hidup
E.        menghilangkan kata saking takutnya.

225.       Perhatikan kalimat berikut !
(1) Suatu hari selir raja berencana mencelakai permaisuri.
(2) Ia memiliki seorang permaisuri yang baik hati dan seorang selir yang bersifat iri dan dengki.
(3) Tujuannya tak lain agar dia dapat menjadi permaisuri.
(4) Kerajaan Jenggala dipimpin oleh Baginda Raja Raden Putra.
(5) Mereka hidup di istana yang sangat megah dan damai.

Sinopsis kutipan cerita Cindelaras akan menjadi cerita yang runtut bila susunanya ....
A. (4), (5), (2), (1), (3)
B. (4), (2), (5), (1), (3)
C. (4), (2), (5), (3), (1)
D. (4), (5), (3), (2), (1)
E. (4), (5), (2), (3), (1)

226.       Perhatikan paragraph berikut !
Ketika Sangkuriang sampai di hutan untuk berburu, dilihatnya ada seekor burung. Tanpa berpikir panjang langsung ditembaknya dan tepat mengenai sasaran. Disuruhnya Tomang, anjing buruannya untuk mengejarnya. Namun, Tomang diam saja. Karena kesal diusirnya Tomang.

Paragraf di atas dapat dibuat menjadi sinopsis ....
A.       Sangkuriang melihat seekor burung. Tanpa berpikir panjang langsung ditembaknya dan tepat mengenai sasaran. Disuruhnya Tomang mengejarnya. Namun, Tomang diam saja. Karena kesal diusirnya Tomang.
B.        Sangkuriang melihat seekor burung. Tanpa berpikir panjang langsung ditembaknya dan tepat mengenai sasaran. Disuruhnya Tomang, anjing buruannya untuk mengejarnya. Namun, Tomang diam saja. Karena kesal diusirnya Tomang.
C.        Sesampainya di hutan, Sangkuriang melihat burung dan ditembaknya tepat mengenai sasaran. Tomang, anjing buruannya disuruh mengejar. Tomang diam saja. Karena kesal, Tomang diusir.
D.       Sangkuriang melihat burung. Ditembaknya dan tepat mengenai sasaran. Disuruhnya Tomang mengejarnya. Namun, Tomang diam saja. Karena kesal diusirnya Tomang.
E.        Sesampainya di hutan, Sangkuriang melihat burung dan ditembaknya. Tomang disuruhnya untuk mengejar. Namun, Tomang diam saja. Karena kesal diusirnya.
227.       Perhatikan paragraf berikut !
Kapal Malin Kundang terdampar di sebuah pantai. Malin Kundang menuju desa dengan sisa tenaga dan ditolong warga desa. Berkat keuletannya dan kegigihannya ia menjadi saudagar yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dan anak buah sebanyak 100 orang. Malin Kundang pun menikah dengan gadis pilihannya.

Berikut yang bukan merupakan cara menyederhanakan kalimat ialah ....
A.       menghilangkan kata sebuah
B.        menghilangkan kata sebanyak
C.        mengganti kata Malin Kundang dengan kata ganti
D.       menghilangkan kata kapal
E.        menambahkan kata dan dan menghilangkan kata ia diantara kata kaya-raya dan ia.

228.       Perhatikan kalimat berikut !
(1) Air sungai meluap kemana-mana
(2) Pak Toba tidak bisa menyelamatkan diri.
(3) Lambat laun genangan air itu semakin luas dan berubah menjadi danau yang sangat besar.
(4) Orang lebih mengenal dengan nama Danau Toba.
(5) Sedang Pulau kecil ditengah-tengahnya diberi nama Pulau Samosir.

Kalimat yang sudah tepat untuk membuat sinopsis adalah kalimat nomor ....
A. (1)
B. (2)
C. (3)
D. (4)
E. (5)

229.       Perhatikan paragraph berikut !
Purbararang tidak menyetujui bila adiknya Purbasari menggantikan posisi ayah mereka yaitu menjadi raja. Akhirnya Purbararang memiliki niat untuk mencelakai Purbasari. Ia meminta bantuan seorang nenek sihir sehingga kulit Purbasari menjadi totol-totol hitam. Akhirnya Purbasari pun diusir ke hutan.

Kalimat pertama kutipan cerita rakyat Lutung Kasarung di atas dapat disederhanakan menjadi ....
A.       Purbararang tidak menyetujui Purbasari menggantikan ayah mereka menjadi raja.
B.        Purbararang tidak menyetujui Purbasari menggantikan posisi ayah mereka yaitu menjadi raja.
C.        Purbararang tidak menyetujui Purbasari, adiknya, menggantikan ayahnya menjadi raja.
D.       Purbararang tidak menyetujui adiknya Purbasari menggantikan posisi ayah mereka yaitu menjadi raja.
E.        Purbararang tidak menyetujui bila adiknya Purbasari menjadi raja.

230.       Perhatikan kutipan cerita rakyat berikut !
Permaisuri yang tengah mengandung dibawa oleh Patih ke tengah hutan. Namun, Patih amatlah bijak. Dia tidak membunuh sang permaisuri. Dia sudah mengetahui akal busuk sang selir. Dia akan melaporkan telah membunuh sang permaisuri dengan cara melumuri pedangnya dengan darah kelinci.

Kalimat terakhir kutipan cerita rakyat di atas dapat diringkas menjadi ....
A.       Dia melaporkan telah membunuh sang permaisuri caranya melumuri pedangnya dengan darah kelinci.
B.        Dia melaporkan telah membunuh sang permaisuri dengan cara melumuri pedangnya dengan darah kelinci.
C.        Sang permaisuri dilaporkan dibunuh dengan cara melumuri pedangnya dengan darah kelinci.
D.       Dia melaporkan sang permaisuri dibunuh dengan cara melumuri pedangnya dengan darah kelinci.
E.        Dia melaporkan telah membunuh sang permaisuri padahal melumuri pedang dengan darah kelinci.

231.       Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Serupa kali pertama Kurti mengantarnya ke muka kontrakan anak lanangnya, seperti itulah keterkejutan Mak Inang saat menjejakkan kaki di kontrakan anak Mak Sangkut dan Mak Rifah. Tak jauh berupa, tak ada berbeda. Kontrakan anak karib-karibnya itu pun sama-sama pengap dan panas. Hal yang membuat Mak Inang meremangkan kuduknya, gundukan sampah berlalat hijau dengan dengungan keras, bau menyengat, tertumpuk hanya beberapa puluh meter saja. Kepala Mak Inang berdenyut-denyut melihat itu. Lebih-lebih saat menghempaskan pantatnya di lantai semen anaknya Mak Sangkut. Allahurobbi, alangkah banyak cucu Mak Sangkut, menyempal macam rayap. Berteriak, menangis, merengek minta jajan, dan tingkah pola yang membuat Mak Inang hendak mati rasa. Hanya setengah jam Mak Inang dan Kurti di rumah itu, berselang-seling cucunya Mak Sangkut itu menangis.
Dua Wajah Ibu karya Guntur Alam

Nilai agama yang terungkap dalam kutipan cerpen di atas adalah ....
A.       Terkejut melihat apa yang terjadi.
B.        Mengunjungi teman karib di perantauan
C.        Menyebut nama Allah ketika terkejut.
D.       Mati rasa atas apa yang dilihat.
E.        Tidak betah dengan kesesakan hidup.

232.       Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Setelah menyampaikan pidato pelantikannya sebagai Presiden, dalam hati Nirdawat berkata kepada dirinya sendiri, bahwa dia akan bekerja dengan sebaik-baiknya, dan sebelum masa jabatannya berjalan satu tahun, dia tidak akan pergi ke luar negeri dengan alasan apa pun. Banyak persoalan dalam negeri harus dia hadapi, dan semuanya itu akan diselesaikannya dengan sebaik-baiknya. Namun, karena Nirdawat dikenal sebagai pribadi sederhana dan pekerja keras serta tidak mementingkan diri sendiri, maka begitu banyak pemimpin negara berkunjung ke Republik Demokratik Nirdawat, tentu saja khusus untuk menemui Presiden Nirdawat.
Tangan-tangan Buntung karya Budi Darma

Nilai politik sebagai pemimpin yang patut dicontoh berdasarkan kutipan cerpen di atas adalah ….
A.       Menerima tamu dari siapapun.
B.        Menyampaikan pidato setelah dilantik.
C.        Memiliki hati yang egois untuk bekerja sebaik-baiknya.
D.       Tidak akan pergi keluar negeri dalam satu tahun jabatan.
E.        Menjadi pribadi sederhana dan pekerja keras serta tidak mementingkan diri sendiri.

233.       Perhatikan kutipan cerita berikut !
Juni 1999
Janadin, Lelaki berkumis tebal itu merasa degup jantungnya tak berdetak. Matanya bersemburat merah seketika, duduk bersila di antara hadirin yang melingkar di mihrab masjid. Sebuah upacara pernikahan tak biasa akan dilaksanakan.
Dia menatap runcing seorang anak muda yang mengenakan setelah jas-sarung rapi tak ubahnya mempelai pria. Santab. Ia penolong Janadin dari sial. Tetapi sial itu kini seolah pekat langit kembali burat, dan menjadi. Kecemburuan bergejolak.
Helah karya Raedu Basha

Latar yang sesuai dengan nilai agama dalam pernikahan yang terungkap pada kutipan di atas yaitu ....
A.       Merasa gugup saat pernikahan.
B.        Pernikahan dilaksanakan di tempat ibadah.
C.        Menggunakan jas dan sarung saat menikah.
D.       Pernikahan sebagai pembuang sial.
E.        Cemburu saat melihat orang lain menikah.

234.       Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Putra keduaku pergi dari rumah juga karena tuduh-menuduh tak jelas. Dia ketahuan bantu buat boso. Di sini, yang boleh buat boso hanya perempuan. Ini sesuai asal nama Pulau Mare, dari Mire: nama perempuan raksasa penghuni pulau ini di masa lalu. Dia menangis. Tak tega. Kakaknya sudah pergi bertani, mencari tanah liat, dan melaut. Dia bilang tak tega melihatku meraba-raba tanah liat, membuatnya menjadi beragam perkakas. ‘Jangan!’ cegahku, ‘Ibu tidak ingin kamu dikutuk!’ Dia tak percaya. Dan, entah, aku tak tahu lagi. Aku tak dengar suaranya jadi banci. Yang kudengar, ada orang yang melihatnya.
Kahia dalam Ajal yang Bergeming karya Eko Triono

Nilai politik yang berkembang pada masyarakat berdasarkan kutipan cerpen di atas adalah ....
A.       Seorang anak bebas meninggalkan orang tuanya.
B.        Adanya larangan membantu orang bekerja.
C.        Adanya larangan bagi lelaki yang membantu wanita membuat boso.
D.       Pulau Mare, dari Mire: nama perempuan raksasa penghuni pulau ini di masa lalu.
E.        Tak tega melihat perempuan membuat beragam perkakas.

235.       Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Jangan-jangan benar monyet itu jelmaan Maryam! Pikiran ini begitu menggelisahkan Liman. Ia merasa heran sendiri bagaimana gagasan aneh itu bersarang di kepalanya. Padahal, selama ini ia tak percaya takhayul, hal-hal gaib, dan cerita mistis yang bertebaran di kota kecilnya. Liman selalu berpegang pada logika. Itulah yang selalu ia tanamkan pada Punang. Ketika anak semata wayangnya itu bilang bahwa monyet-monyet di taman wisata Pelangon ialah jelmaan manusia yang suka berkhianat, Liman dengan berbagai cara menjelaskan itu dongeng belaka. Tak boleh dipercaya.
Mata Monyet karya Aris Kurniawan

Masalah utama yang bertentangan dengan nilai agama berdasarkan kutipan cerpen di atas yaitu ....
A.       Mempercayai manusia menjelma menjadi monyet.
B.        Memiliki kegelisahan atas suatu gagasan.
C.        Mempercayai tahayul, hal-hal gaib, dan cerita mistis.
D.       Memegang teguh logika berpikir.
E.        Kesulitan menanamkan logika pada orang lain.

236.       Perhatikan kutipan cerpen berikut!
“Ya, iya lah, Bunda. Para pengusaha seperti yang bangun mal, bangun hotel atau menggali bumi mengeruk minyak, pasir besi, batu bara, tembaga dan emas itu semua sama. Semua dibantu pemerintah dan bank. Tapi tukang sayur, tukang tempe, penjual ikan asin dan tukang sate itu tidak. Mereka tak pernah dapat bantuan pemerintah dan bank. Mereka berjuang sendiri. Mereka mandiri. Mereka itulah tulang punggung ekonomi republik ini. Karena itulah mereka….”
Senjakala Seorang Bunda karya Hikmat Gumelar

Nilai politik menurut tokoh tentang pemerintah dan bank berdasarkan kutipan cerpen di atas yaitu ....
A.       Pemerintah dan bank membantu pengusaha.
B.        Pemerintah dan bank membantu penjual dan petani.
C.        Pemerintah dan bank bekerjasama dengan pengusaha.
D.       Pemerintah dan bank bekerjasama dengan penjual dan petani.
E.        Pemerintah dan bank tidak adil dalam memperlakukan pengusaha dengan penjual dan petani.

237.       Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Kesibukan paling tinggi di hari Galungan memang terjadi di pagi hari sebelum melewati tengah hari. Persembahan dan persembahyangan biasanya sangat ramai pada pukul sembilan pagi. Jalanan umum jauh lebih lengang dari hari biasa, dan jika ada kendaraan biasanya juga untuk kepentingan menuju ke pura desa atau pura dadia [12], atau ke tempat-tempat yang dipandang suci.
Penjor karya Wayan Suardika

Kebiasaan yang sesuai dengan nilai agama berdasarkan penggalan cerpen di atas yaitu ....
A.       Kesibukan di hari Galungan terjadi dimana-mana.
B.        Persembahan biasanya sangat ramai melewati tengah hari dan pada pukul sembilan pagi.
C.        Adanya persembahan dan persembahyangan dan orang-orang pergi ke pura desa.
D.       Jalanan umum jauh lebih lengang dari hari biasa.
E.        Semua kendaraan di Bali menuju ke pura desa atau pura dadia.

238.       Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Di sisi lain, mereka juga terpaksa mengakui kalau I Beneh banyak tahu tentang persoalan adat, agama dan masalah desa. Jika berlangsung mebat [7] di bale banjar atau di rumah warga yang mempunyai hajatan adat, maka I Beneh akan mengambil bagian pekerjaan yang paling sulit, misalnya memotong babi dan dari mana harus memulai mengirisnya kemudian membagi-bagi dagingnya berdasarkan keperluan upacara. Hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mengambil pekerjaan ini, termasuk yang paling diperhitungkan ialah I Beneh!.
Penjor karya Wayan Suardika

Permasalahan politik pada masyarakat adat berdasarkan penggalan cerpen di atas adalah ....
A.       Mereka terpaksa mengakui orang lain lebih pintar tentang persoalan adat, agama dan masalah desa.
B.        Adanya seseorang yang sombong karena mengetahui persoalan adat, agama dan masalah desa.
C.        Adanya kebersamaan tugas dalam upacara adat.
D.       Semua orang lepas tangan dengan upacara adat.
E.        Upacara adat adalah tugas yang paling berat.

239.       Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Mulai ada kecurigaan di dalam benak Mbah Parmi bahwa keberadaannya sudah mulai diketahui warga di sekitar sungai itu. Dia merasa dihantui kecemasan bercampur trauma waktu diusir dari rumahnya. Terlihat matanya muram. Dia hanya bisa menangis dan menangis, disertai hati yang perih dan putus-asa.
“Hidup di rumah sendiri diusir, di tepi sungai tidak tenang dan terus terusik,” keluhnya sambil mengucurkan air mata.
Angin sepoi-sepoi bersimilir menerpa rerimbunan daun bambu di sekitar sungai itu. Gemersiknya seperti desah nanas yang terengah-engah memanggul beban semakin berat. Sebagaimana hati Mbah Parni, dia terpinggirkan, merasa terusik dan terus terusik oleh peradaban yang akhirnya dia memutuskan meninggalkan seluruh hidup yang dimilikinya.
Sekarang tak ada lagi lantunan tetembangan Jawa yang biasa dia lantunkan setiap malam. Dia telah pergi, terlentang di tepi sungai dengan raut wajah pucat yang dikerumuni penyesalan banyak warga.
Terusir karya Jumari HS

Berikut ini gambaran nilai moral Mbah Parmi berdasarkan kutipan cerpen di atas, yaitu ….
A.       bijaksana
B.        pemberani
C.        tak peduli
D.       penakut
E.        perasa

240.       Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Saat itu adalah perhentian tak terhindarkan dalam kampanye pemilu yang telah dia jalani selama empat tahun. Iring-iringan mobil-mobil pengangkut barang tiba pada pagi hari. Lalu datang truk-truk berisi orang-orang Indian sewaan yang dibawa ke tempat itu untuk menambah jumah kerumunan peserta kampanye di lapangan. Tak lama menjelang pukul sebelas, bersama musik dan mercon serta jip-jip, mobil dinas sewarna soda gembira tiba. Senator Onésimo Sánchez duduk tenang dan tak menampakkan gejolak perasaan di dalam mobilnya yang sejuk ber-AC. Namun, begitu dia membuka pintu, dia terguncang oleh embusan kencang hawa panas dan kemeja sutra murninya jadi seakan basah oleh semacam sup berwarna terang. Dia jadi merasa lebih tua serta lebih kesepian daripada sebelumnya.
Maut Lebih Kejam daripada Cinta karya Gabriel García Márquez

Nilai politik berdasarkan latar pada penggalan cerpen di atas adalah ....
A.       Kampanye pemilu adalah kegiatan tak terhindarkan seorang senator.
B.        Kita dapat menyewa orang untuk kampanye.
C.        Kampanye haruslah meriah.
D.       Ketenangan dalam kampanye harus dimiliki.
E.        Kampanye haruslah beriring-iringan mobil dan truk.

ccc Selamat Mengerjakan  ddd